Rasanya baru kemarin kita melantunkan do’a : "Allahumma bariklanaa fii rajab wa sya'ban, wa balighnaa ramadhaan...." "Yaa Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan sampaikanlah usia kami menjumpai Ramadhan..." ketika mentari bulan Rajab mulai terbit. Memohon keberkahan di bulan Rajab dan mohon dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang demikian mulia.
Baru kemarin pula rasanya, kami bersama anak membuat dan mewarnai tulisan sederhana namun penuh makna “MARHABAN YAA RAMADHAN, SYAHRUL MUBARAK” dengan suka cita, demi menyambut kedatangan Ramadhan yang kita rindukan kehadirannya.
Baru kemarin pula rasanya, kami berlari-lari di bawah gerimis kecil menuju masjid untuk mengikuti jama’ah sholat taraweh.
Baru kemarin pula rasanya, kami bersuka cita dengan muslim dari berbagai Negara ketika iftor bersama.
Namun kini………Ramadhan ternyata telah berlalu. Pergi meninggalkan kita tanpa bisa dicegah kepergiannya, dengan iringan tetesan air mata kesenduan dan penuh penyesalan, karena belum mampu memanfaatkan saat-saat mulia itu dengan sebaik-baiknya.
Tak terasa……waktu demikian cepat berlalu. Detik demi detik, menit demi menit, jam, hari, minggu, bulan. Sungguh Maha Benar Alloh yang sejak jauh hari telah memberikan peringatan kepada kita :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat- menasehati supaya menetapi kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran” (Q.S.Al-‘Ashr : 1-3).
Tiada hal yang tertinggal kecuali sebuah harapan, semoga Alloh berkenan menerima segala amal yang berhasil kita lakukan selama sebulan, mengampuni segala kesalahan dan kekhilafan, serta mempertemukan kembali dengan Ramadhan di tahun yang akan datang dengan amal ibadah yang lebih baik dari Ramadhan yang telah berlalu.
Andai Ramadhan kemarin adalah Ramadhan terakhir bagi kita, semoga Alloh berkenan menghapus dosa-dosa kita, dan membimbing kita untuk menjalani sisa usia dengan penuh pengabdian pada-Nya.
Rabb…….
Sungguh…….kami ini bukanlah ahli surga,
Namun……kami tak sanggup pula bila harus tinggal di neraka,
Karenanya…….terimalah taubat kami,
Ampunkanlah dosa kami,
Dengan Rahmat-Mu dan kasih sayang-Mu,
Bimbinglah kami, agar sanggup menapaki jalan rahmat-Mu Dan menjauhi jalan maksiat kepada-Mu,
Aamiin.
Selasa, 24 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar